Minggu, 06 November 2011

Hafalan Shalat Delisa (novel)






Pengarang :Tere Liye
Penerbit    : Replubika
Harga        :Rp. 46.000,-



"Delisa cinta ummi karena Allah"


Seorang anak yang bernama "Delisa" berumur enam tahun yang tinggal di Lhok Ngha, Aceh, bersama ummi dan kakak-kakaknya yang akhirnya mereka terkena musibah (bencana alam), yaitu gempa dan tsunami di saat Delisa sedang melaksanakan ujian hafalan shalatnya di depan ibu gurunya. Namun, Delisa tidak menghentikan shalatnya, ia terus shalat dan terus berusaha agar shalatnya tetap khusyu' namun akhirnya, Delisa pingsan dan terbawa oleh arus tsunami. Sebelumnya, Delisa telah dijanjikan sebuah kalung yang indah oleh Ummi (ibu) nya kalau Delisa sudah bisa ngenyelesaikan hafalan shalatnya.

Saat tersadar dari pingsan setelah terjadinya gempa dan tsunami, Delisa melihat mayat temannya (Tiur) di depan matanya, betapa kagetnya dirinya... Bayangkanlah, Delisa hanya seorang anak kecil berumur enam tahun, namun ia sudah melihat mayat di depan matanya sendiri, apalagi mayat yang dilihatnya adalah mayang temannya. Ia juga mencari-cari ibunya yang belum bisa dipastikan, apakah ibunya meninggal atau tidak.

Surat Kecil untuk Tuhan (novel, motivasi)


Judul Buku          : Surat Kecil Untuk Tuhan
Pengarang          : Agnes Davonar
Penerbit              : Inandra Publised, Jakarta

Andaikan,…..  semua dapat terulang kembali,
Tetapi pernahkah anda berfikiran tentang itu?
Pernahkah anda mengira-ngira apa yang akan terjadi
Jika semuanya dapat terulang kembali?
Dalam novelnya ini, Agnes Davonar menekankan makna sebuah waktu dalam kehidupan di dunia ini.
Kisah nyata gadis berusia 13 tahun bertahan hidup dari kanker ganas paling mematikan di dunia.

Tuhan …………..
Andai aku bisa kembali
Aku tak ingin ada tangisan di dunia ini
Tuhan …………
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku
Terjadi pada orang lain
Tuhan ……………
Bolehkah aku menulis Surat Kecil Untuk-Mu?
Tuhan …………….
Bolehkah aku memohon satu hal kecil pada-Mu?
Tuhan ………………
Biakanlah aku bisa dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya.

Bikin Belajar Selezat Coklat (motivasi)


Penulis: Fatan Fantastik dan Dinda Denniz
Penerbit : Book Magz

Harga      : Rp. 25.000


Belajar kok selezat cokelat? Apanya yang lezat? Yang namanya belajar, tuh: butuh baca semua buku meski mata udah nggak kuat, butuh bangun semalaman biar semua bahan ingat, butuh latihan semua soal meski abang bakso lewat, yang jelas, pasti terasa BERAAATT!! (apalagi dibandingi sama lalat…). kalo males, bakal kuwalat! Ngerjain pe-er telat? Bisa kena damprat!

Belajar TERUS? MANA KUAAT!


Hehe…belum tahu dia! Yang namanya belajar itu bisa bikin kita keranjingan. Yang tadinya beban, malah bisa ketagihan. Yang dulunya memuakkan, sekarang jadi kesayangan. Yang dulunya bikin muntah, kali ini bikin hidup jadi indah. Males nggak sudi singgah; tiap hari pengenanya sekolah. Ya maklum aja, udah jatuh cinta! Belajar? Rasanya jadi lezat, kaya’ cokelat!!

Buku ini hadir untuk membantu kita yang sering b.e.n.c.i sama belajar. Biar belajar nggak bikin kita terkapar, tapi malah bikin kamu asyik mojok di kamar. Jatuh cinta ama belajar? Ya, wajar! Habis, lezat cokelatnya serasa menggelegar! Duarrrr!!


100% Da'wah Keren (Motivasi)



Judul Buku: 100% Da'wah Keren
Penulis  :  Shofwan Al Banna
Penerbit : Book Magz, Pro-U Media    
Harga    : Rp28,000 



Da’wah adalah jalan yang telah dilalui oleh para nabi dan rasul sejak zaman dahulu kala. Memang panjang dan berliku, tapi di balik semua hal itu, bernagai kebaikan yang melimpah ruah bisa kita dapetkan.
Mungkin memang kadang terasa berat dan melelahkan, tapi jika kita mampu menyikapinya dengan benar, da’wah itu fun dan menguntungkan! Nggak percaya? Allah dan Rasul-Nya sendiri kok yang menyampaikan.
Buku ini dibuat untuk orang yang nggak berminat sama da’wah dan Islam; orang yang resah karena dunianya semakin gerah; orang yang mulai tertarik menyerukan kebaikan; orang yang baru terlibat da’wah; orang yang telah lama terlibat da’wah.
Di buku ini kita bisa dapetkan: alasan-alasan keren yang mampu menggerakkan kita melakukan sesuatu untuk perbaikan dunia; sudut pandang baru yang akan menunjukkan bahwa da’wah itu menyenangkan dan menguntungkan; langkah-langkah praktis untuk berda’wah, baik secara bersama-sama, sendiri, maupun melalui media; ide-ide kreatif dan praktis untuk membuat da’wahmu hidup.

Birunya Langit Cinta (Novel)



Judul : Birunya Langit Cinta
Penulis : Azzura Dayana
Penerbit : Qish-U
Tahun : Cetakan 2, Oktober2006
Tebal : 388 hlm.

Daiyah Khairunnisa alias Dey, dikenal sebagai seorang aktivis dakwah yang berprinsip. Ketika baru saja naik ke kelas 3 SMA Citra Negeri di Palembang, sahabatnya, Bella, berusaha menjodohkan Dey dengan Sir Fatah, guru Bahasa Inggris mereka yang baru dan masih muda. Dey tidak memedulikannya. Berbeda dengan Bella yang sering bergonta-ganti pacar, salah satu prinsip Dey adalah tidak berpacaran karena tidak ada konsep pacaran dalam Islam. Sir Fatah sendiri ternyata adalah lulusan pesantren di Jawa Timur yang sempat menjadi tenaga pengajar di beberapa pesantren. Ia pun pernah mengikuti studi pertukaran mahasiswa di salah satu Universitas Islam di Islamabad selama satu tahun.

Karena keadaan darurat dan tidak ada pilihan lain, suatu malam sekitar pukul setengah sebelas, Dey terpaksa berboncengan motor dengan Sir Fatah untuk pulang ke rumah. Ternyata peristiwa itu merupakan siasat Bella untuk menjodohkan Dey dengan Sir Fatah. Baik Dey maupun Bella tidak menyangka bahwa kejadian itu akan berakibat buruk. Di hari-hari berikutnya, Dey menjadi topik utama gosip terbaru dan terkejam di SMA mereka: ia sebagai anak Rohis diberitakan memiliki kedekatan istimewa dengan Sir Fatah, gurunya sendiri.

Lama kelamaan, Dey dan Sir Fatah sama-sama menyadari dan mengetahui bahwa mereka menyimpan perasaan yang sama, yaitu cinta.

Rabu, 02 November 2011

Sedih


            Membahas sedikit curhatan saya tentang suatu perasaan yang pasti dirasakan oleh setiap manisia. Sedih.


Seperti apa yang saya rasakan suatu hari. Ya, saat itu saya sedang sedih. Sedih, sedih sekali. Saya sedih dengan sesuatu-sesuatu yang tengah menimpa saya. Rasa sedih saya menjadikan timbulnya keinginan-keinginan negatif. Saya ingin marah. Keinginan untuk berputus asapun menghantui saya. Tidak menyalahkan kodrat saya sebagai perempuan, tapi menangis adalah salah satu hal yang sering lakukan untuk mengobati rasa sedih saya. Tidak satu dua kali saya menangis. Jadwal menangis saya saat itu melebihi jadwal makan saya. Saat memejamkan matapun saya meneteskan airmata. Mata sering terlihat merah dan benjol, teman-teman menanyakan keadaan saya. Saya hanya mengatakan keadaan saya kepada sebagian teman-teman saya itu, namun tidak bercerita tentang akar permasalahan saya. Namun dengan cara menangis dan bercerita pada orang asing tidak mampu menyelesaikan masalah saya.

Minggu, 30 Oktober 2011

Pohon Beringn

POHON BERINGIN

Dengannya terasa aman
Hati kan nyaman
Penat jadikan ringan

Pohon beringin
Kami menyentuhnya, ingin
Berteduh padanya, dingin

Bergelantungan akar
Mampu menggenggamnya, agar
Kuatkan sekitar


dearest bundokita-bundo Ira Wiranti tercinta :)

Tapak Suci

      Ada yang tidak nyaman dengan kehadiranku. Ada yang membenci keberadaanku. Karenanya, mereka menginjakku dengan sepatu. Mungkin tak ubahnya aku adalah balok membosankan berwarna abu-abu yang berukuran 30x30x10 cm3. Di letakkan di pelataran depan tempat wudhu. Cat kuning putih dengan kata “suci” terpampang besar di atas tubuhku. Itulah perhiasanku.
                Merekalah yang memberi perhiasan itu di atas tubuhku. Mereka, sekumpulan manusia yang begitu peduli dengan balok sepele seperti diriku. Senang sekali ketika mereka memandikanku, menggosokku dengan sabun “wings biru” andalan mereka. Walau mungkin momen itu dilakukan beberapa minggu sekali ketika di adakannya kerja bakti masal. Ingin rasanya aku meminnta agar mereka lebih sering memandikanku. Tapi pekerjaan mereka tidak hanya satu, memandikan balok membosankan seperti diriku. Mereka membawa amanah dari sana-sini.

Tersenyumlah di Jalan Dakwah Ini! :)

artikel ini cukup ganas, tadinya saya yang ngerasa sedih dan galau dengan segala tuntutan2 kewajiban, setelah baca artikel ini, jadi bisa senyum lagi. selamat membaca :)


Nada dering Handphoneku berbunyi. Sebuah SMS dari seorang sahabat.

“Saat senyuman tak terbalas, maka Allah telah menghitung manis senyummu. Saat sapamu tidak terjawab, Allah takkan lupa atas apa yang kau katakan. Saat ajakanmu dalam kebaikan tidak terpenuhi,
lelahmu akan menjadi hiasan di tamanNya. Saat engkau menangis atas perihnya perjuanganmu, Allah tak lalai menghitung setiap tetes air matamu. Saat mereka meninggalkanmu, Allah akan selalu ada bersamamu! Jangan hanya mengharapkan perubahan dalam dakwah ini, Akh! Fikirkanlah tentang KONTRIBUSI yang dapat kita berikan. Semoga Allah senantiasa mencintaimu.”

Subhanallah. Hatiku bergetar membacanya. Memang, jalan dakwah adalah panjang, berliku, menanjak, dan penuh onak duri. Seperti itulah dakwah. Namun ketika kita ikhlas menjalaninya, dakwah itu akan menjadi indah. Meminjam ucapan Ustadz Rahmat Abdullah, “Seperti itulah dakwah. Dakwah adalah cinta.

Minggu, 31 Juli 2011

Surat dari Gaza


Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia, Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?



Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis da'wah dari Jama'ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama'ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.

Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama'ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 Sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama'ah haji dari negeri kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian yah?. wah, pasti uang kalian sangat banyak yah?, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya, Subhanallah.

Sabtu, 18 Juni 2011

Surat Cinta untuk sahabat :) (happy Milad)

Bismillahirrahmanirrahim.

Sebelumnya, ketika anda merasa sedang malas membaca, saya sarankan agar anda segera mencetak tulisan ini, karena tulisan ini terbilang cukup panjang. Terimakassih.

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dear my bestfriend ever,

Apa kabar fatma rizky azzizah? Masih kayak dulu kah? Nyebelin, suka maska, marah-marah, bentak-bentak, teriak-teriak, nyuruh-nyuruh, tapi kelembutannya mulai terpancar ketika menghadapi para curcoler sekaligus menjadi psikiater buat mereka.
Masih kayak dulu kah, suka makan sambil baca buku?
Masih kayak dulu kah, (sok) stylish dan ngga mau jilbabnya kusut sampe bela-belain ke asrama pas istirahat cuma buat nyetrika jilbab?
Masih kayak dulu kah, tidur suka melungker meluk guling sama maksa dimainin rambutnya?
Masih kayak dulu kah, suka ngekspresiin perasaan pake lagu? Kalo lagi berbunga-bunga nyanyi lagu hepi. Kalo lagi sebel, langsung kasih sindiran pake lagu. Kalo lagi sedih, keluar deh lagu mellownya.
Aku masih inget fat. Caramu ketawa yang ngelihatin gigi gingsulmu (banyak orang bilang kamu cantik :D). Caramu nangis yang buat aku pengen ketawa(nyampe kamu pernah marah gara-gara aku nahan senyum pas kamu lagi nangis), lucu, beneran lucu fat. Tapi kalo aku inget bahwa nangis itu ekspresi kesedihan, aku ga jadi pengen ketawa kook. Ekspresi mukamu pas lagi marah yang ‘weww!’. Hehe. Sekaligus ekspresimu kalo maksa orang sambil kasih tampang mupeng. Dan segala ekspresi wajahnya fatma yang masih terekam di otaknya datud.

Rabu, 01 Juni 2011

Kereta Kenangan













Deretan gerbong menjadi titk pandangku
Celothan penjual mengiangi telingaku
Hiruk pikuk penumpang halangi langkah panjangku

Lelah..
Namun tetap menunggu
menunggu akan peluit panjang
Tetap menunggu
Menunggunya sebagai kawan perjalanan

Awan menghitam
Rintik hujan basahi sekitar
Embun tersenyum
Halangi pandanganku

Dalam penantian
Derap langkah terdengar
Dalam penantian
Pikirku melayang
Semoga Allah menjagaku-menjaga kita

yogyakarta, penghujung 2009.


#ga nyangka. masih ada :D

Senin, 30 Mei 2011

Problematika Dakwah Thullabiyah (mentoring)

dakwatuna.com – Alhamdulillahirobbil ‘alamin, segala puji hanya milik Allah Robb Yang Menciptakan alam semesta beserta segala isinya, mengaturnya sehingga semua berjalan sesuai tuntunanNya. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Teladan ummat manusia sepanjang masa, Dialah Rasulullah Muhammad saw. Seorang manusia yang Allah tunjuk sebagai penutup para nabi, seorang manusia terbaik yang dengan amal-amalnya menjadikan beliau sebagai manusia terbaik sepanjang masa, yang dengan arahan terbaiknya telah mendidik dan menjadikan para sahabat sebagai sebaik-baik ummat.
Hari ini problematika  dakwah secara umum semakin besar baik internal maupun eksternal, begitu pula beragam problematika yang harus dihadapi oleh kami sebagai bagian dari  aktivis dakwah thullaby/sekolah (ADS). Oleh karena itu, kami aktivis dakwah sekolah (ADS) dituntut untuk mempersiapkan diri dengan segala perbekalan yang kami butuhkan agar dapat melalui rintangan dan tantangan yang datang menghadang. Allah swt berfirman:” Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (QS. Al Anfal: 60).
Perbekalan-perbekalan yang kami butuhkan tidak hanya yang bersifat materi, tapi yang bersifat non-materi terkadang menjadi perbekalan yang terbaik ketika materi tidak lagi mampu menerobos tantangan tersebut, sejarah pernah mengajarkan kepada kami kisah tentang Ashhabu al ghoor, bagaimana ketika tenaga tiga orang pemuda tidak mampu menggeser batu yang menutupi pintu gua, ternyata doa merekalah yang membuat Allah kemudian memerintahkan supaya batu tersebut bergeser sehingga ketiga pemuda bisa keluar dari gua dengan selamat.
Kami menyadari dengan sepenuh hati, bahwa sebelum kami mempersiapkan diri dengan perbekalan yang terbaik guna menempuh jalan dakwah ini, kami harus mengetahui problematika apa saja yang akan kami hadapi.
Di dalam buku ini kami akan mencoba mengupas berbagai problematika yang dihadapi dakwah sekolah, selain itu juga kami akan menawarkan beberapa solusi untuk menyelesaikan bermacam problematika yang terjadi dalam lingkup dakwah sekolah, sekaligus kami akan mencoba memberikan gambaran tentang alur umum pembinaan dakwah sekolah beserta beberapa kelengkapan-kelengkapannya sebagai bahan masukan bagi rekan-rekan yang berjuang melalui dakwah sekolah. Semoga melalui buku ini penulis dapat memberikan sumbangsih meskipun sedikit bagi dunia dakwah thulabiyah.
Terakhir, penulis menyadari bahwa masih terlalu banyak kekurangan di sana-sini sehingga kami sangat mengharapkan kritikan, saran, dan masukan yang membangun agar ke depan kami dapat meningkatkan kualitas dengan lebih baik lagi.
Wallahu a’lam bishshowwab.
Berikut ini adalah beberapa problematika dakwah thullaby yang kami hadapi sebagai Aktivis Dakwah Sekolah (ADS):
I. Problematika  internal:
1. Individu
Sebelum kami memulai dari yang lain, maka kami berupaya untuk terlebih dahulu memulai mengerti dan memahami problematika yang berasal dari diri kami sendiri, sehingga kami dapat memperbaiki diri kami kemudian memperbaiki orang lain, karena kami yakin orang lain tidak mungkin mengikuti perkataan kita tanpa melihat sendiri bahwa kita telah membuktikan apa yang kami katakan. Kami berlindung dari kemurkaan Allah swt apabila kami hanya sanggup mengatakan kebaikan sedangkan kami sendiri tidak melakukan amal kebaikan tersebut, sebagaimana firmanNya “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. Amat besar kemurkaan di sisi Allah bagi siapa saja yang mengatakan apa-apa yang tidak mereka kerjakan”(Q.S. AshShaff:2-3). Tantangan yang biasanya mengganggu diri kami antara lain:

Sabtu, 21 Mei 2011

LKL(Latihan Kepemimpinan Lanjutan) 2011 in Memory with Remaja Masjid Roudlotul 'Ilmi


Bismillahirrahmanirrahim..
Saya ingin sedikit menulis tentang LKL tahun 2011 ini. Mungkin ini agak telat. Tapi nggak papa, untuk mengenang jasa para panitia LKL beserta kru ulul albab yang berpartisipasi  fisik maupun batin.


"LKL.. cahaya hati mencari remaser sejati"


Apa tujuan LKL? Mengapa harus ada LKL, padahal sudah ada LKA?
Pertanyaan diatas telah saya sampaikan ke beberapa panitia LKL, demisioner  dan ulul albab. Inilah jawaban mereka:
1. Mas Ainul Yaqin: tujuan LKL ya untuk mengenalkan  lebih jauh ke remasnya.kenapa harus ada LKL? Karena di remas itu nggak ada peraturan yang mengikat. Remas itu butuh hi-loyality. Jadi untuk membuat itu, LKA aja nggak cukup.
2. Mbak Aulia Baratuzzakiyah: namanya aja LKL, latihan kepemimpinan lanjutan. Maksudnya buat benar-benar nyiapin+membekali adek-adek biar siap menjadi pengurus. Kalo LKA kan Cuma buat istilahnya memperkenalkan, ini lho remas itu.
3. Mas Muhammad Iqbal: ibarat orang yang menanam padi, nggak bisa langsung dimasukkan tanah(kalau bisapun hasilnya nggak maksimal). Harus disemaikan terlebih dahulu sebelum ditanam. Kenapa harus disemai? Padahal dari pabriknya sudah diberi obat-obatan. Meski sudah ada obatnya pun, belum tentu bibit padi tadi bisa bisa menyesuaikan dengan kondisi taah sawah yang lebih keras daripada tanah laboratorium.

Senin, 16 Mei 2011

10 muwassofat tarbiyah

10 Muwasofat merupakan ciri-ciri utama pembinaan seorang kader dakwah.  Berkata Iman Hassan Al-Banna ketika melalui marhalah ini  'Wajib ke atas setiap muslim memulakan dengan memperbaiki dirinya, kesempurnaan itu dapat dilihat bila ia telah dapat memiliki beberapa perkara yang meletakkan ia di peringkat tertentu yang menjadikan ia mampu untuk memikul tanggungjawab amal Islami'.  Berikut merupakan sedikit pendetailan terhadap 10 Muwasofat.


1. Akidah yang sejahtera (Salimul Aqidah)
  • Redha Allah sebagai tuhan, Islam sebagai Agama dan Muhammad saw sebagai Nabi.
  • Sentiasa muraqabah Allah dan mengingati akhirat, memperbanyakkan nawafil dan zikir.
  • Menjaga kebersihan hati, bertaubat, istighfar, menjauhi dosa dan syubhat.

Pendetailan Ciri:
1.      Tidak menjampi kecuali dgn al-Quran yg maĆ¢€™thur
2.      Tidak berhubung dengan Jin
3.      Tidak meminta bantuan dari orang yg meminta bantuan jin
4.      Tidak menenung nasib
5.      Tidak mendekati tukang tilik

Takut

 Dan sekali lagi aku melihatnya. Pemandangan yang tak asing bagiku. Mereka dengan kesibukannya. Keluar rumah, singgah dalam waktu yang cukup lama. Awal waktu aku merasa kesal. Seenaknya saja mereka meninggalkan kami berempat, aku dengan 3 adikku. Sebagai sulung, tangung jawabku besar terhadap mereka. Kesalahan besar jika aku tidak bisa mengayomi mereka dengan baik. Kesalahan besar jika aku menelantarkan mereka, tanpa makan, bekal sekolah, dan membiarkan mereka tidak bebersih diri. Namun aku masih tidak dapat memenuhi tugasku sebagai apa yang Dia berikan kepadaku. Jiwa kekanak-kanakan masih melekat pada diriku. Aku masih belum bisa bersikap dewasa.
            Suatu saat, ketika kami diberi kesempatan untuk sarapanpagi bersama.
Ibu berkata, “wah, rambut ibu warnanya udah kayak abu-abu gini ya. Hitam campur putih.”

Aku Masih Ingat

aku masih ingat. Ingat sekali. Saat itu, dia, sosok dengan perawakan sederhana, yang menumbuhkan benih semangat dalam diriku.
Dia, dengan kepandaiannya dalam bertutur kata, rangkaian kalimatnya laksana kobaran api yang menyambar jiwa.
Dia, dengan kecemerlangannya. mengajarkanku banyak hal. Dari hal kecil seperti cara berpakaian, sampai hal yang cukup besar, yaitu tentang makna dakwah. Dakwah, ya, aku mulai tertarik dengan satu kata ini saat membaca pesan singkatnya pada telepon genggamku.

Hari itu,
Aku:"idolamu siapa?"
Dia:"(menyebutkan salah satu tokoh dunia), kalau kamu?"
Aku:"ibnu sina."
Dia:"cita-citamu apa?"
Aku:"dokter dong, kayak ibnu sina. Kamu?"
Dia:"hm,, (berpikir) aku besok jadi apapun gapapa. Mau jadi guru, petani, atau tukang baksopun gapapa, asal aku bisa berdakwah."
Aku lemas dibuatnya. Betapa kecilnya diriku. Betapa sempitnya pemikiranku.

Kini, Allah ciptakan setting perpisahan pada skenario kehidupanku dan kehidupannya. Aku mulai belajar untuk mencicipi kata mujarabnya. Perlahan aku terjun kedalamnya.
-to be continue

Minggu, 10 April 2011

Dimensi Tiga

Siapa yang pelajaran disekolahnya udah nyampe bab ini?
ankgkat tangan dan kerjakan soal berikut di papan tulis. sekarang :)

Question:
Look at the cube ABCD EFGH!
















Find the position of..
line BC relative to line CG, DC, DH, HG, AB, BF, AE, EF.

Answer:
perpendicular (tegaklurus)









note:
garis tegak lurus dalam kubus tersebut ibarat hablum minallah dan hablum ninannas dalam hidup kita.
jika kedua garis tersebut tegak lurus, akan menghasilkan kubus yang indah.
jika hablum minallah dan hablum minannas kita saling tegak lurus, akan menghasilkan kehidupan yang indah padamasing-masing kita.

keep hamasah :)
#aku juga masih butuh banyak belajar :)

Selasa, 05 April 2011

Cewe Gaul kok masih ngumbar AURAT? Masa kalah sama kuntilanak yang pakaiannya yang lebih sopan?


hmmm.... Geli rasanya melihat dan membayangkan serta membandingkan kuntilanak dengan cewek jaman sekarang padahal sama sama cewek tapi kuntilanak masih jauh lebih sopan di bandingkan mayoritas cewek jaman sekarang. Coba perhatikan deh kuntilanak, pernah ga pake baju pendek atau rok mini gitu? Hmmmm.. kalo kuntulinak pake rok mini mungkin sering di gigit nyamuk kali ya? Soalnya kan dia suka mangkal di pohon.. hahaha

Pernah tidak lihat kuntilanak pake baju panjang tapi ketat macam cewe muslim gaul jaman sekarang tentu jawabannya tidak pernah. Kuntilanak masih jauh lebih sopan di bandingkan cewe jaman sekarang . Mungkin banyak dari kita yg menganggap masalah hijab adalah hak dari semua orang mau memakainya atau tidak lihat hadist ini dulu deh sebelum berpikir seperti itu.

Kamis, 24 Maret 2011

Pesona Kisah Kita



Menilik kisahmu
Hasrat ku ingin bercerita
Mengungkap pesona
Tentangmu pada anganku

Ku gores tinta hitam
Merakit untaian sajak
Terungkap pesona
Tentangmu pada anganku


                                     Namun aku tak pandai berkata
                                     Layaknya sang pujangga
                                     Namun aku tak pandai berkata
                                     Layaknya penyair tua


Bahagia,
ku jadikannya angan
Remaja,
inilah kisah kita
Cinta,
dialah sang pesona
Roudhotul Ilmi,
disinilah kisah kita

                                       Karena aku bukan apa
                                       Karena aku bukan siapa
                                       Tanpa kisah dengan sejuta pesona


*teruntuk organisasiku tercinta, ramaja masjid roudhotul ilmi :)

24-3-2011
-AL-

Selasa, 22 Maret 2011

Sang Jilbaber




Bismillhirrahmanirrahim.

Dulu, aku sensitif sekali dengan nama yang satu ini. Acap kali ku temukan saat menengok buku-buku (terutama novel remaja) yang berbau-bau islam. Mungkin kata 'keren' tak sanggup menggambarkan penilaianku terhadap mereka.

Aku sempat berpkir, orang yang berjilbab besar pastilah imannya juga besar. Tapi ternyata aku salah. Tak selamanya penampilan menggambarkan arti yang sebenarnya. mereka juga punya kekurangan disamping beribu kelebihan mereka.Diawal, aku sangat kecewa saat makhluk yang satu ini melakukan sebuah kesalahan. Ternyata aku baru menyadari bahwa mereka juga manusia. bukan robot, alien atau sejenisnya. Diciptakan padanya kelebihan dan kekurangan. Tetapi apakah mereka tetap memupuk kekurangan mereka itu? disinilah bedanya. mereka takkan membiarkan akhlaqul madzmumah itu terus melekat pada diri mereka. Coba, tanyakanlah makna "fastabiqul khoirot" pada mereka!

Sabtu, 19 Maret 2011

Ketika Ikhwan dan Akhwat jatuh Cinta



Suatu ketika, dalam majelis koordinasi seorang akhwat berkata pada mas’ul dakwahnya, “Akhi, ana ga bisa lagi berinteraksi dengan akhfulan”. Suara akhwat itu bergetar. Nyata sekali menekan perasaannya. Pekan lalu, ikhwan tersebut membuat pengakuan yang membuat ana merasa risih. Afwan, terus terang juga tersinggung. Sesaat kemudian suara dibalik hijab itu mengatakan, “Ia jatuh cinta pada ana”.

Mas’ul tersebut terkejut, tapi ditekannya getar suaranya. Ia berusaha tetap tenang. “Sabar Ukhti, jangan terlalu diambil hati. Mungkin maksudnya tidak seperti yang Anti bayangkan”, Sang mas’ul mencoba menenangkan terutama untuk dirinya sendiri.

“Afwan, ana tidak menangkap maksud lain dari perkataannya. Ikhwan itu mungkin tidak pernah berpikir dampak perkataannya. Kata-kata itu membuat ana sedikit banyak merasa gagal menjaga hijab ana, gagal menjaga komitmen dan menjadi penyebab fitnah. Padahal, ana hanya berusaha menjadi bagian dari perputaran dakwah ini”, sang akhwat kini mulai tersedak terbata.

Rabu, 09 Maret 2011

The Blacky















Di suatu pagi yang cerah. Di dapur sebuah rumah.

Ummun : “Nak, di atas meja ada belanjaannya ummi, tolong kelo kuning yang di dalam kresek putih dimasukkan ke mangkuk”
Bintun   : “Iya mi. Ini di kreseknya ada tiga bungkus?”
Ummun : “Iya, itu salah satunya soto. Kamu masukin kelo kuningnya aja”
Bintun   : “Oke”(memasukkan 2 bungkus kelo kuning ke dalam mangkuk)

Beberapa menit kemudian, bintun kembali ke dapur. Merapikan barang-barang yang berserakan. Ia tengok kresek putih yang baru beberapa menit disentuhnya.

Bintun   : “Ini soto? Kok ga ada dagingnya? Ini... Masya Allah. Ummiiiiii....”
Ummun : “Apa toh mbak?”
Bintun    :”Ummi maaf. Aku salah masukin”
Ummun : “Salah masukin gimana?”