Dan sekali lagi aku melihatnya. Pemandangan yang tak asing bagiku. Mereka dengan kesibukannya. Keluar rumah, singgah dalam waktu yang cukup lama. Awal waktu aku merasa kesal. Seenaknya saja mereka meninggalkan kami berempat, aku dengan 3 adikku. Sebagai sulung, tangung jawabku besar terhadap mereka. Kesalahan besar jika aku tidak bisa mengayomi mereka dengan baik. Kesalahan besar jika aku menelantarkan mereka, tanpa makan, bekal sekolah, dan membiarkan mereka tidak bebersih diri. Namun aku masih tidak dapat memenuhi tugasku sebagai apa yang Dia berikan kepadaku. Jiwa kekanak-kanakan masih melekat pada diriku. Aku masih belum bisa bersikap dewasa.
Suatu saat, ketika kami diberi kesempatan untuk sarapanpagi bersama.
Ibu berkata, “wah, rambut ibu warnanya udah kayak abu-abu gini ya. Hitam campur putih.”




