Minggu, 06 November 2011

100% Da'wah Keren (Motivasi)



Judul Buku: 100% Da'wah Keren
Penulis  :  Shofwan Al Banna
Penerbit : Book Magz, Pro-U Media    
Harga    : Rp28,000 



Da’wah adalah jalan yang telah dilalui oleh para nabi dan rasul sejak zaman dahulu kala. Memang panjang dan berliku, tapi di balik semua hal itu, bernagai kebaikan yang melimpah ruah bisa kita dapetkan.
Mungkin memang kadang terasa berat dan melelahkan, tapi jika kita mampu menyikapinya dengan benar, da’wah itu fun dan menguntungkan! Nggak percaya? Allah dan Rasul-Nya sendiri kok yang menyampaikan.
Buku ini dibuat untuk orang yang nggak berminat sama da’wah dan Islam; orang yang resah karena dunianya semakin gerah; orang yang mulai tertarik menyerukan kebaikan; orang yang baru terlibat da’wah; orang yang telah lama terlibat da’wah.
Di buku ini kita bisa dapetkan: alasan-alasan keren yang mampu menggerakkan kita melakukan sesuatu untuk perbaikan dunia; sudut pandang baru yang akan menunjukkan bahwa da’wah itu menyenangkan dan menguntungkan; langkah-langkah praktis untuk berda’wah, baik secara bersama-sama, sendiri, maupun melalui media; ide-ide kreatif dan praktis untuk membuat da’wahmu hidup.

Birunya Langit Cinta (Novel)



Judul : Birunya Langit Cinta
Penulis : Azzura Dayana
Penerbit : Qish-U
Tahun : Cetakan 2, Oktober2006
Tebal : 388 hlm.

Daiyah Khairunnisa alias Dey, dikenal sebagai seorang aktivis dakwah yang berprinsip. Ketika baru saja naik ke kelas 3 SMA Citra Negeri di Palembang, sahabatnya, Bella, berusaha menjodohkan Dey dengan Sir Fatah, guru Bahasa Inggris mereka yang baru dan masih muda. Dey tidak memedulikannya. Berbeda dengan Bella yang sering bergonta-ganti pacar, salah satu prinsip Dey adalah tidak berpacaran karena tidak ada konsep pacaran dalam Islam. Sir Fatah sendiri ternyata adalah lulusan pesantren di Jawa Timur yang sempat menjadi tenaga pengajar di beberapa pesantren. Ia pun pernah mengikuti studi pertukaran mahasiswa di salah satu Universitas Islam di Islamabad selama satu tahun.

Karena keadaan darurat dan tidak ada pilihan lain, suatu malam sekitar pukul setengah sebelas, Dey terpaksa berboncengan motor dengan Sir Fatah untuk pulang ke rumah. Ternyata peristiwa itu merupakan siasat Bella untuk menjodohkan Dey dengan Sir Fatah. Baik Dey maupun Bella tidak menyangka bahwa kejadian itu akan berakibat buruk. Di hari-hari berikutnya, Dey menjadi topik utama gosip terbaru dan terkejam di SMA mereka: ia sebagai anak Rohis diberitakan memiliki kedekatan istimewa dengan Sir Fatah, gurunya sendiri.

Lama kelamaan, Dey dan Sir Fatah sama-sama menyadari dan mengetahui bahwa mereka menyimpan perasaan yang sama, yaitu cinta.

Rabu, 02 November 2011

Sedih


            Membahas sedikit curhatan saya tentang suatu perasaan yang pasti dirasakan oleh setiap manisia. Sedih.


Seperti apa yang saya rasakan suatu hari. Ya, saat itu saya sedang sedih. Sedih, sedih sekali. Saya sedih dengan sesuatu-sesuatu yang tengah menimpa saya. Rasa sedih saya menjadikan timbulnya keinginan-keinginan negatif. Saya ingin marah. Keinginan untuk berputus asapun menghantui saya. Tidak menyalahkan kodrat saya sebagai perempuan, tapi menangis adalah salah satu hal yang sering lakukan untuk mengobati rasa sedih saya. Tidak satu dua kali saya menangis. Jadwal menangis saya saat itu melebihi jadwal makan saya. Saat memejamkan matapun saya meneteskan airmata. Mata sering terlihat merah dan benjol, teman-teman menanyakan keadaan saya. Saya hanya mengatakan keadaan saya kepada sebagian teman-teman saya itu, namun tidak bercerita tentang akar permasalahan saya. Namun dengan cara menangis dan bercerita pada orang asing tidak mampu menyelesaikan masalah saya.

Minggu, 30 Oktober 2011

Pohon Beringn

POHON BERINGIN

Dengannya terasa aman
Hati kan nyaman
Penat jadikan ringan

Pohon beringin
Kami menyentuhnya, ingin
Berteduh padanya, dingin

Bergelantungan akar
Mampu menggenggamnya, agar
Kuatkan sekitar


dearest bundokita-bundo Ira Wiranti tercinta :)

Tapak Suci

      Ada yang tidak nyaman dengan kehadiranku. Ada yang membenci keberadaanku. Karenanya, mereka menginjakku dengan sepatu. Mungkin tak ubahnya aku adalah balok membosankan berwarna abu-abu yang berukuran 30x30x10 cm3. Di letakkan di pelataran depan tempat wudhu. Cat kuning putih dengan kata “suci” terpampang besar di atas tubuhku. Itulah perhiasanku.
                Merekalah yang memberi perhiasan itu di atas tubuhku. Mereka, sekumpulan manusia yang begitu peduli dengan balok sepele seperti diriku. Senang sekali ketika mereka memandikanku, menggosokku dengan sabun “wings biru” andalan mereka. Walau mungkin momen itu dilakukan beberapa minggu sekali ketika di adakannya kerja bakti masal. Ingin rasanya aku meminnta agar mereka lebih sering memandikanku. Tapi pekerjaan mereka tidak hanya satu, memandikan balok membosankan seperti diriku. Mereka membawa amanah dari sana-sini.

Tersenyumlah di Jalan Dakwah Ini! :)

artikel ini cukup ganas, tadinya saya yang ngerasa sedih dan galau dengan segala tuntutan2 kewajiban, setelah baca artikel ini, jadi bisa senyum lagi. selamat membaca :)


Nada dering Handphoneku berbunyi. Sebuah SMS dari seorang sahabat.

“Saat senyuman tak terbalas, maka Allah telah menghitung manis senyummu. Saat sapamu tidak terjawab, Allah takkan lupa atas apa yang kau katakan. Saat ajakanmu dalam kebaikan tidak terpenuhi,
lelahmu akan menjadi hiasan di tamanNya. Saat engkau menangis atas perihnya perjuanganmu, Allah tak lalai menghitung setiap tetes air matamu. Saat mereka meninggalkanmu, Allah akan selalu ada bersamamu! Jangan hanya mengharapkan perubahan dalam dakwah ini, Akh! Fikirkanlah tentang KONTRIBUSI yang dapat kita berikan. Semoga Allah senantiasa mencintaimu.”

Subhanallah. Hatiku bergetar membacanya. Memang, jalan dakwah adalah panjang, berliku, menanjak, dan penuh onak duri. Seperti itulah dakwah. Namun ketika kita ikhlas menjalaninya, dakwah itu akan menjadi indah. Meminjam ucapan Ustadz Rahmat Abdullah, “Seperti itulah dakwah. Dakwah adalah cinta.

Minggu, 31 Juli 2011

Surat dari Gaza


Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia, Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?



Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis da'wah dari Jama'ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama'ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.

Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama'ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 Sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama'ah haji dari negeri kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian yah?. wah, pasti uang kalian sangat banyak yah?, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya, Subhanallah.

Sabtu, 18 Juni 2011

Surat Cinta untuk sahabat :) (happy Milad)

Bismillahirrahmanirrahim.

Sebelumnya, ketika anda merasa sedang malas membaca, saya sarankan agar anda segera mencetak tulisan ini, karena tulisan ini terbilang cukup panjang. Terimakassih.

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dear my bestfriend ever,

Apa kabar fatma rizky azzizah? Masih kayak dulu kah? Nyebelin, suka maska, marah-marah, bentak-bentak, teriak-teriak, nyuruh-nyuruh, tapi kelembutannya mulai terpancar ketika menghadapi para curcoler sekaligus menjadi psikiater buat mereka.
Masih kayak dulu kah, suka makan sambil baca buku?
Masih kayak dulu kah, (sok) stylish dan ngga mau jilbabnya kusut sampe bela-belain ke asrama pas istirahat cuma buat nyetrika jilbab?
Masih kayak dulu kah, tidur suka melungker meluk guling sama maksa dimainin rambutnya?
Masih kayak dulu kah, suka ngekspresiin perasaan pake lagu? Kalo lagi berbunga-bunga nyanyi lagu hepi. Kalo lagi sebel, langsung kasih sindiran pake lagu. Kalo lagi sedih, keluar deh lagu mellownya.
Aku masih inget fat. Caramu ketawa yang ngelihatin gigi gingsulmu (banyak orang bilang kamu cantik :D). Caramu nangis yang buat aku pengen ketawa(nyampe kamu pernah marah gara-gara aku nahan senyum pas kamu lagi nangis), lucu, beneran lucu fat. Tapi kalo aku inget bahwa nangis itu ekspresi kesedihan, aku ga jadi pengen ketawa kook. Ekspresi mukamu pas lagi marah yang ‘weww!’. Hehe. Sekaligus ekspresimu kalo maksa orang sambil kasih tampang mupeng. Dan segala ekspresi wajahnya fatma yang masih terekam di otaknya datud.