Minggu, 10 April 2011

Dimensi Tiga

Siapa yang pelajaran disekolahnya udah nyampe bab ini?
ankgkat tangan dan kerjakan soal berikut di papan tulis. sekarang :)

Question:
Look at the cube ABCD EFGH!
















Find the position of..
line BC relative to line CG, DC, DH, HG, AB, BF, AE, EF.

Answer:
perpendicular (tegaklurus)









note:
garis tegak lurus dalam kubus tersebut ibarat hablum minallah dan hablum ninannas dalam hidup kita.
jika kedua garis tersebut tegak lurus, akan menghasilkan kubus yang indah.
jika hablum minallah dan hablum minannas kita saling tegak lurus, akan menghasilkan kehidupan yang indah padamasing-masing kita.

keep hamasah :)
#aku juga masih butuh banyak belajar :)

Selasa, 05 April 2011

Cewe Gaul kok masih ngumbar AURAT? Masa kalah sama kuntilanak yang pakaiannya yang lebih sopan?


hmmm.... Geli rasanya melihat dan membayangkan serta membandingkan kuntilanak dengan cewek jaman sekarang padahal sama sama cewek tapi kuntilanak masih jauh lebih sopan di bandingkan mayoritas cewek jaman sekarang. Coba perhatikan deh kuntilanak, pernah ga pake baju pendek atau rok mini gitu? Hmmmm.. kalo kuntulinak pake rok mini mungkin sering di gigit nyamuk kali ya? Soalnya kan dia suka mangkal di pohon.. hahaha

Pernah tidak lihat kuntilanak pake baju panjang tapi ketat macam cewe muslim gaul jaman sekarang tentu jawabannya tidak pernah. Kuntilanak masih jauh lebih sopan di bandingkan cewe jaman sekarang . Mungkin banyak dari kita yg menganggap masalah hijab adalah hak dari semua orang mau memakainya atau tidak lihat hadist ini dulu deh sebelum berpikir seperti itu.

Kamis, 24 Maret 2011

Pesona Kisah Kita



Menilik kisahmu
Hasrat ku ingin bercerita
Mengungkap pesona
Tentangmu pada anganku

Ku gores tinta hitam
Merakit untaian sajak
Terungkap pesona
Tentangmu pada anganku


                                     Namun aku tak pandai berkata
                                     Layaknya sang pujangga
                                     Namun aku tak pandai berkata
                                     Layaknya penyair tua


Bahagia,
ku jadikannya angan
Remaja,
inilah kisah kita
Cinta,
dialah sang pesona
Roudhotul Ilmi,
disinilah kisah kita

                                       Karena aku bukan apa
                                       Karena aku bukan siapa
                                       Tanpa kisah dengan sejuta pesona


*teruntuk organisasiku tercinta, ramaja masjid roudhotul ilmi :)

24-3-2011
-AL-

Selasa, 22 Maret 2011

Sang Jilbaber




Bismillhirrahmanirrahim.

Dulu, aku sensitif sekali dengan nama yang satu ini. Acap kali ku temukan saat menengok buku-buku (terutama novel remaja) yang berbau-bau islam. Mungkin kata 'keren' tak sanggup menggambarkan penilaianku terhadap mereka.

Aku sempat berpkir, orang yang berjilbab besar pastilah imannya juga besar. Tapi ternyata aku salah. Tak selamanya penampilan menggambarkan arti yang sebenarnya. mereka juga punya kekurangan disamping beribu kelebihan mereka.Diawal, aku sangat kecewa saat makhluk yang satu ini melakukan sebuah kesalahan. Ternyata aku baru menyadari bahwa mereka juga manusia. bukan robot, alien atau sejenisnya. Diciptakan padanya kelebihan dan kekurangan. Tetapi apakah mereka tetap memupuk kekurangan mereka itu? disinilah bedanya. mereka takkan membiarkan akhlaqul madzmumah itu terus melekat pada diri mereka. Coba, tanyakanlah makna "fastabiqul khoirot" pada mereka!

Sabtu, 19 Maret 2011

Ketika Ikhwan dan Akhwat jatuh Cinta



Suatu ketika, dalam majelis koordinasi seorang akhwat berkata pada mas’ul dakwahnya, “Akhi, ana ga bisa lagi berinteraksi dengan akhfulan”. Suara akhwat itu bergetar. Nyata sekali menekan perasaannya. Pekan lalu, ikhwan tersebut membuat pengakuan yang membuat ana merasa risih. Afwan, terus terang juga tersinggung. Sesaat kemudian suara dibalik hijab itu mengatakan, “Ia jatuh cinta pada ana”.

Mas’ul tersebut terkejut, tapi ditekannya getar suaranya. Ia berusaha tetap tenang. “Sabar Ukhti, jangan terlalu diambil hati. Mungkin maksudnya tidak seperti yang Anti bayangkan”, Sang mas’ul mencoba menenangkan terutama untuk dirinya sendiri.

“Afwan, ana tidak menangkap maksud lain dari perkataannya. Ikhwan itu mungkin tidak pernah berpikir dampak perkataannya. Kata-kata itu membuat ana sedikit banyak merasa gagal menjaga hijab ana, gagal menjaga komitmen dan menjadi penyebab fitnah. Padahal, ana hanya berusaha menjadi bagian dari perputaran dakwah ini”, sang akhwat kini mulai tersedak terbata.

Rabu, 09 Maret 2011

The Blacky















Di suatu pagi yang cerah. Di dapur sebuah rumah.

Ummun : “Nak, di atas meja ada belanjaannya ummi, tolong kelo kuning yang di dalam kresek putih dimasukkan ke mangkuk”
Bintun   : “Iya mi. Ini di kreseknya ada tiga bungkus?”
Ummun : “Iya, itu salah satunya soto. Kamu masukin kelo kuningnya aja”
Bintun   : “Oke”(memasukkan 2 bungkus kelo kuning ke dalam mangkuk)

Beberapa menit kemudian, bintun kembali ke dapur. Merapikan barang-barang yang berserakan. Ia tengok kresek putih yang baru beberapa menit disentuhnya.

Bintun   : “Ini soto? Kok ga ada dagingnya? Ini... Masya Allah. Ummiiiiii....”
Ummun : “Apa toh mbak?”
Bintun    :”Ummi maaf. Aku salah masukin”
Ummun : “Salah masukin gimana?”

Selasa, 08 Maret 2011

Bayang-bayang Ipul


Untuk kesekian kalinya aku melihatnya, diujung kamarku. Ia kenakan pakaian yang sama seperti sebelumnya. Celana komprang dan T-shirt coklat. Seperti sebelumnya pula, ia diam. Tidak bergerak apalagi berbicara. Dan lihat! Wajahnya begitu  lusuh, sepertinya air tidak menyentuhnya berhari-hari. Kudapati bercak-bercak coklat pada pakaiannya.  Kukunya panjang dan kotor. Kulitnya kecoklatan, membuatnya semakin pantas untuk disebut ‘dekil’. Menatapnya, membuatku prihatin. Ingin rasanya kulangkahkan kaki untuk mendekatinya. Aku ingin mengenalnya. Tapi entah mengapa bulu kudukku selalu dibuatnya berdiri.

Malam-malam sebelumnya, aku membiarkannya bertengger diujung sana. Kuatupkan mata, tanpa menghiraukannya. Ditengah malam aku terjaga untuk sementara. Kulihat ia masih tetap pada tempatnya. Tetap diam. Namun saat adzan subuh berkumandang, tak kudapati lagi sosoknya. Begitu seterusnya. Ia membuatku semakin penasaran.

Senin, 07 Maret 2011

Arti Tegar

diamku tidaklah tanda bisu
ketertutupanku bukan karena tak mampu
penjagaanku tidaklah atas keterbatasnku

mencoba berdiri tegak
rasaku sesak
walau merangkak
tak ku biarkannya retak

menyongsong fajar
pahit manis ku kejar
kau ucapkan inilah ajar
akan sebuah rasa tegar

 25-02-2011
-AL-