Rabu, 02 November 2011

Sedih


            Membahas sedikit curhatan saya tentang suatu perasaan yang pasti dirasakan oleh setiap manisia. Sedih.


Seperti apa yang saya rasakan suatu hari. Ya, saat itu saya sedang sedih. Sedih, sedih sekali. Saya sedih dengan sesuatu-sesuatu yang tengah menimpa saya. Rasa sedih saya menjadikan timbulnya keinginan-keinginan negatif. Saya ingin marah. Keinginan untuk berputus asapun menghantui saya. Tidak menyalahkan kodrat saya sebagai perempuan, tapi menangis adalah salah satu hal yang sering lakukan untuk mengobati rasa sedih saya. Tidak satu dua kali saya menangis. Jadwal menangis saya saat itu melebihi jadwal makan saya. Saat memejamkan matapun saya meneteskan airmata. Mata sering terlihat merah dan benjol, teman-teman menanyakan keadaan saya. Saya hanya mengatakan keadaan saya kepada sebagian teman-teman saya itu, namun tidak bercerita tentang akar permasalahan saya. Namun dengan cara menangis dan bercerita pada orang asing tidak mampu menyelesaikan masalah saya.

Minggu, 30 Oktober 2011

Pohon Beringn

POHON BERINGIN

Dengannya terasa aman
Hati kan nyaman
Penat jadikan ringan

Pohon beringin
Kami menyentuhnya, ingin
Berteduh padanya, dingin

Bergelantungan akar
Mampu menggenggamnya, agar
Kuatkan sekitar


dearest bundokita-bundo Ira Wiranti tercinta :)

Tapak Suci

      Ada yang tidak nyaman dengan kehadiranku. Ada yang membenci keberadaanku. Karenanya, mereka menginjakku dengan sepatu. Mungkin tak ubahnya aku adalah balok membosankan berwarna abu-abu yang berukuran 30x30x10 cm3. Di letakkan di pelataran depan tempat wudhu. Cat kuning putih dengan kata “suci” terpampang besar di atas tubuhku. Itulah perhiasanku.
                Merekalah yang memberi perhiasan itu di atas tubuhku. Mereka, sekumpulan manusia yang begitu peduli dengan balok sepele seperti diriku. Senang sekali ketika mereka memandikanku, menggosokku dengan sabun “wings biru” andalan mereka. Walau mungkin momen itu dilakukan beberapa minggu sekali ketika di adakannya kerja bakti masal. Ingin rasanya aku meminnta agar mereka lebih sering memandikanku. Tapi pekerjaan mereka tidak hanya satu, memandikan balok membosankan seperti diriku. Mereka membawa amanah dari sana-sini.

Tersenyumlah di Jalan Dakwah Ini! :)

artikel ini cukup ganas, tadinya saya yang ngerasa sedih dan galau dengan segala tuntutan2 kewajiban, setelah baca artikel ini, jadi bisa senyum lagi. selamat membaca :)


Nada dering Handphoneku berbunyi. Sebuah SMS dari seorang sahabat.

“Saat senyuman tak terbalas, maka Allah telah menghitung manis senyummu. Saat sapamu tidak terjawab, Allah takkan lupa atas apa yang kau katakan. Saat ajakanmu dalam kebaikan tidak terpenuhi,
lelahmu akan menjadi hiasan di tamanNya. Saat engkau menangis atas perihnya perjuanganmu, Allah tak lalai menghitung setiap tetes air matamu. Saat mereka meninggalkanmu, Allah akan selalu ada bersamamu! Jangan hanya mengharapkan perubahan dalam dakwah ini, Akh! Fikirkanlah tentang KONTRIBUSI yang dapat kita berikan. Semoga Allah senantiasa mencintaimu.”

Subhanallah. Hatiku bergetar membacanya. Memang, jalan dakwah adalah panjang, berliku, menanjak, dan penuh onak duri. Seperti itulah dakwah. Namun ketika kita ikhlas menjalaninya, dakwah itu akan menjadi indah. Meminjam ucapan Ustadz Rahmat Abdullah, “Seperti itulah dakwah. Dakwah adalah cinta.

Minggu, 31 Juli 2011

Surat dari Gaza


Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia, Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?



Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis da'wah dari Jama'ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama'ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.

Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama'ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 Sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama'ah haji dari negeri kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian yah?. wah, pasti uang kalian sangat banyak yah?, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya, Subhanallah.

Sabtu, 18 Juni 2011

Surat Cinta untuk sahabat :) (happy Milad)

Bismillahirrahmanirrahim.

Sebelumnya, ketika anda merasa sedang malas membaca, saya sarankan agar anda segera mencetak tulisan ini, karena tulisan ini terbilang cukup panjang. Terimakassih.

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dear my bestfriend ever,

Apa kabar fatma rizky azzizah? Masih kayak dulu kah? Nyebelin, suka maska, marah-marah, bentak-bentak, teriak-teriak, nyuruh-nyuruh, tapi kelembutannya mulai terpancar ketika menghadapi para curcoler sekaligus menjadi psikiater buat mereka.
Masih kayak dulu kah, suka makan sambil baca buku?
Masih kayak dulu kah, (sok) stylish dan ngga mau jilbabnya kusut sampe bela-belain ke asrama pas istirahat cuma buat nyetrika jilbab?
Masih kayak dulu kah, tidur suka melungker meluk guling sama maksa dimainin rambutnya?
Masih kayak dulu kah, suka ngekspresiin perasaan pake lagu? Kalo lagi berbunga-bunga nyanyi lagu hepi. Kalo lagi sebel, langsung kasih sindiran pake lagu. Kalo lagi sedih, keluar deh lagu mellownya.
Aku masih inget fat. Caramu ketawa yang ngelihatin gigi gingsulmu (banyak orang bilang kamu cantik :D). Caramu nangis yang buat aku pengen ketawa(nyampe kamu pernah marah gara-gara aku nahan senyum pas kamu lagi nangis), lucu, beneran lucu fat. Tapi kalo aku inget bahwa nangis itu ekspresi kesedihan, aku ga jadi pengen ketawa kook. Ekspresi mukamu pas lagi marah yang ‘weww!’. Hehe. Sekaligus ekspresimu kalo maksa orang sambil kasih tampang mupeng. Dan segala ekspresi wajahnya fatma yang masih terekam di otaknya datud.

Rabu, 01 Juni 2011

Kereta Kenangan













Deretan gerbong menjadi titk pandangku
Celothan penjual mengiangi telingaku
Hiruk pikuk penumpang halangi langkah panjangku

Lelah..
Namun tetap menunggu
menunggu akan peluit panjang
Tetap menunggu
Menunggunya sebagai kawan perjalanan

Awan menghitam
Rintik hujan basahi sekitar
Embun tersenyum
Halangi pandanganku

Dalam penantian
Derap langkah terdengar
Dalam penantian
Pikirku melayang
Semoga Allah menjagaku-menjaga kita

yogyakarta, penghujung 2009.


#ga nyangka. masih ada :D

Senin, 30 Mei 2011

Problematika Dakwah Thullabiyah (mentoring)

dakwatuna.com – Alhamdulillahirobbil ‘alamin, segala puji hanya milik Allah Robb Yang Menciptakan alam semesta beserta segala isinya, mengaturnya sehingga semua berjalan sesuai tuntunanNya. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Teladan ummat manusia sepanjang masa, Dialah Rasulullah Muhammad saw. Seorang manusia yang Allah tunjuk sebagai penutup para nabi, seorang manusia terbaik yang dengan amal-amalnya menjadikan beliau sebagai manusia terbaik sepanjang masa, yang dengan arahan terbaiknya telah mendidik dan menjadikan para sahabat sebagai sebaik-baik ummat.
Hari ini problematika  dakwah secara umum semakin besar baik internal maupun eksternal, begitu pula beragam problematika yang harus dihadapi oleh kami sebagai bagian dari  aktivis dakwah thullaby/sekolah (ADS). Oleh karena itu, kami aktivis dakwah sekolah (ADS) dituntut untuk mempersiapkan diri dengan segala perbekalan yang kami butuhkan agar dapat melalui rintangan dan tantangan yang datang menghadang. Allah swt berfirman:” Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (QS. Al Anfal: 60).
Perbekalan-perbekalan yang kami butuhkan tidak hanya yang bersifat materi, tapi yang bersifat non-materi terkadang menjadi perbekalan yang terbaik ketika materi tidak lagi mampu menerobos tantangan tersebut, sejarah pernah mengajarkan kepada kami kisah tentang Ashhabu al ghoor, bagaimana ketika tenaga tiga orang pemuda tidak mampu menggeser batu yang menutupi pintu gua, ternyata doa merekalah yang membuat Allah kemudian memerintahkan supaya batu tersebut bergeser sehingga ketiga pemuda bisa keluar dari gua dengan selamat.
Kami menyadari dengan sepenuh hati, bahwa sebelum kami mempersiapkan diri dengan perbekalan yang terbaik guna menempuh jalan dakwah ini, kami harus mengetahui problematika apa saja yang akan kami hadapi.
Di dalam buku ini kami akan mencoba mengupas berbagai problematika yang dihadapi dakwah sekolah, selain itu juga kami akan menawarkan beberapa solusi untuk menyelesaikan bermacam problematika yang terjadi dalam lingkup dakwah sekolah, sekaligus kami akan mencoba memberikan gambaran tentang alur umum pembinaan dakwah sekolah beserta beberapa kelengkapan-kelengkapannya sebagai bahan masukan bagi rekan-rekan yang berjuang melalui dakwah sekolah. Semoga melalui buku ini penulis dapat memberikan sumbangsih meskipun sedikit bagi dunia dakwah thulabiyah.
Terakhir, penulis menyadari bahwa masih terlalu banyak kekurangan di sana-sini sehingga kami sangat mengharapkan kritikan, saran, dan masukan yang membangun agar ke depan kami dapat meningkatkan kualitas dengan lebih baik lagi.
Wallahu a’lam bishshowwab.
Berikut ini adalah beberapa problematika dakwah thullaby yang kami hadapi sebagai Aktivis Dakwah Sekolah (ADS):
I. Problematika  internal:
1. Individu
Sebelum kami memulai dari yang lain, maka kami berupaya untuk terlebih dahulu memulai mengerti dan memahami problematika yang berasal dari diri kami sendiri, sehingga kami dapat memperbaiki diri kami kemudian memperbaiki orang lain, karena kami yakin orang lain tidak mungkin mengikuti perkataan kita tanpa melihat sendiri bahwa kita telah membuktikan apa yang kami katakan. Kami berlindung dari kemurkaan Allah swt apabila kami hanya sanggup mengatakan kebaikan sedangkan kami sendiri tidak melakukan amal kebaikan tersebut, sebagaimana firmanNya “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. Amat besar kemurkaan di sisi Allah bagi siapa saja yang mengatakan apa-apa yang tidak mereka kerjakan”(Q.S. AshShaff:2-3). Tantangan yang biasanya mengganggu diri kami antara lain: