- Ingin mewujudkan cita-cita kedua orang tua, ingin anak sulungnya menjadi seorang dokter yang solihah.
- Ingin membantu kesembuhan Si Ayang, adikku, dari penyakit bronkhitisnya.
- Ingin mengetahui kebesaran Allah dengan melihat kesempurnaan anggota tubuh manusia bagian dalam.
- Ingin menjadi dokter pribadi pertama di keluarga besarku.
- Ingin agar lebih mudah berdakwah di masyarakat.
- Ingin agar tidak lagi mendazalimi diri sendiri dan mengetahui betapa pentingnya kesehatan.
- Ingin membalas jasa dokter bedah yang telak mengubek-ubek perutku dan mengangkat appendix milikku.
- Ingin membantu ummi di yayasan Salimah pada saat penyuluhan kesehatan gratis.
- Ingin membuktikan bahwa dokter juga pahlawan tanpa tanda jasa.
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka (QS. 3:159)
Jumat, 17 Mei 2013
9 Alasan Mengapa Aku Ingin Menjadi Dokter
Kamis, 14 Maret 2013
Abi sama Aku
Ini abi sama aku. Jarang-jarang loh aku mau deket-deket abi. Kasarannya aku agak sensitif sama abi. Jahat ya aku? Hehe. Soalnya memang aku satu sifat sama abi. Keras kepala. Bedanya sama ummi, aku terlihat sayang sekali sama ummi. Semua orang juga berpikir begitu. Tapi satu hal yang bikin aku heran. Ternyata aku punya banyak foto berdua sama abi. Foto ini salah satunya. Di dompetku juga ada fotoku sama abi, aku simpan sejak SMP, padahal fotonya ummi nggak ada.
Abiku kalau dilihat-lihat unyu ya. Matanya kecil, beda sama mataku yang belok. hehe. Suka di banding-bandingin sama ummi, ummi kan cantik, tuh. Tapi abi.. okelah abi orang paling ganteng se-rumah (soalnya anaknya ummi cewek semua). Gitu-gitu ummi ngefans sama abi, cinta bahkan (yaiyalah, suaminya). Kalau abi keluar kota, atau ke negara tetangga, suka di kangenin ummi. Ummi jadi galau. Hehe. It means that abiku adalah orang unyu.
Ini foto sama abi waktu ada nikahan tetangga. Baru beberapa minggu yang lalu. Abi diminta jadi penerima tamu, aku yang bagian jaga buku tamu. Sebenarnya foto ini utuh sampai kaki. Tapi berhubung terlihat agak zekzi dan tidak layak posting, jd di potong kelihatan kepala-leher doang :D
Minggu, 10 Februari 2013
Waktu-waktu Mustajab untuk Berdo'a
Berikut adalah waktu-waktu mustajab dalam berdo'a (yang saya post di Twitter)
Rasulullah Saw. telah memberitahukan kepada
kita perihal waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa, sebagai berikut:
1. Malam Lailatul Qodar
‘ Aisyah radhiyallahu
‘anha pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai
Rasulullah, apa petunjukmu bila aku mendapati malam (laitul) Qadar itu, apa
yang harus aku ucapkan?” Beliau shallallahu
‘alaihi wa sallam menjawab: “Ucapkanlah (doa): “Ya Allah,
sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, mencintai perbuatan memberi maaf, maka
maafkanlah aku.” (HR. At-Tirmidzi, Ahmad,
dan An-Nasa`i dalam Al-Kubra)
2. Di sepertiga malam yang akhir
“Dan pada waktu
akhir malam (waktu sahur) mereka memohon ampun.” (Adz-Dzariyat: 18)
Abu Hurairah
radhiyallahu ‘anhu menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
pernah bersabda:“Rabb kita Yang Maha Tinggi turun setiap malam ke langit
dunia ketika tersisa sepertiga malam yang akhir seraya berfirman: ‘Siapa yang
berdoa kepada-Ku niscaya Aku mengabulkan doanya. Siapa yang meminta kepada-Ku
niscaya Aku berikan apa yang dimintanya. Siapa yang minta ampun kepada-Ku maka
aku akan mengampuninya’.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)
3. Antara adzan dan iqamah
Anas bin Malik
radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda: “Tidak tertolak doa yang dipanjatkan antara adzan dan iqamah.”
(HR. Abu Dawud)
4. Ketika sujud
Abu Hurairah
radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Paling dekatnya seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang sujud
maka perbanyaklah oleh kalian doa ketika sedang sujud.” (HR. Muslim)
5. Ketika Turun Hujan
Rasulullah Saw. telah
bersabda:“Dua doa yang tidak pernah ditolak, doa ketika waktu adzan dan doa
ketika waktu hujan.” (HR Hakim)
6. Doa pada hari Arafah
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda: “Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.”
(HR. At-Tirmidzi dan Al-Baihaqy)
7. Ketika Minum Air Zam-zam
“Khasiat Air Zam-zam
itu sesuai niat peminumnya” (HR. Ibnu Majah, 2/1018. Dishahihkan Al Albani
dalam Shahih Ibni Majah, 2502)
8. Ketika Hari Jum’at
Dari Abu Hurairah ra
“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari Jumat kemudian
beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa
ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan
dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim
852)
9. Ketika Berbuka Puasa
”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)
”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)
Rabu, 06 Februari 2013
You Know Me So Well hehe
Rasanya gimana gitu lihat foto ini.
Takut. Bukan takut sama darahnya yang segar itu.
Tapi takut ngga di beri kesempatan untuk mengobati orang yg luka beginian.
Allah. You listen everything i talk to You. You see everything I do. You know everything I need. You understand my dreams.
Tidak. Tidak boleh takut. Pasti bisa.
Pasti :)
Senin, 07 Januari 2013
Cinta?
Banyak orang berpendapat mengenai cinta. Filosofis beramai-ramai mengartikannya. Para penulis, cerpenis, novelis, pula pujangga kelas atas hingga bawahpun sibuk mengangkatnya untuk menjadi sebuah kisah. Namun lain halnya dengan remaja, justru mereka tidak kunjung henti mencatat sejarah mengenai dirinya dan cinta.
Dalam kamus yang terdapat dalam akal dan hayalku, cinta tidak hanya sekedar perasaan suka kita terhadap sesuatu. Namun cinta adalah kemauan kita untuk menghadapi sesuatu. Kau mencintainya, maka kau akan rela melakukan apapun untuknya. Begitupula sebaliknya. Kau rela, ikhlas, setulus hati memberi apa yang diinginkannya, maka kau akan mencintanya. Itulah kemauan. Begitupula cinta.
Bicara mengenai cinta mengingatkanku pada sosok yang telah mencatat sejarah tentangnya. Tidak perlu berbicara mengenai Ainun dan Habibi yang belakangan ini sejarahnya telah laris di pasaran. Atau Romeo dan Juliet, romansa manis berujung pahit yang menjadikannya sebagai Bapak dan Ibu dari cinta itu sendiri.
Namun tentang Zahra, gadis yang beberapa tahun lalu hatinya tertambatkan pada seorang pria. Ialah Fatih dengan pesonanya yang mampu menaklukkan Zahra. Zahra yang berperangai baik, lugu dan sederhana. Zahra mengenalnya melalui media massa. Perkenalan yang tidak terlalu baik. Namun lambat laun mereka semakin dekat dan cintapun saling terungkap. Mereka memutuskan untuk bertatap muka, berbagi kisah dan berbagi kemesraan. Larangan ia peroleh dari berbagai pihak. Kekhawatiran pihak keluarga dan sahabat mulai nampak. Namun apa daya, cinta telah berbicara dan iapun memutuskan untuk menanggapinya. Sampai suatu ketika. Hari dimana, mungkin, ia mengingatnya dengan begitu jelas. Hari dimana ia memutuskan untuk melepaskan kehormatannya sebagai seorang wanita. Ya hari itulah merah cinta yang dimilikinya menjadi berwarna kelabu. Hari itu, setelah kejadian di hari itu menyesalkah ia? Jawabannya adalah tidak. Ia tidak menyesal, bahkan ia mengulanginya di lain hari. Hingga beberapa kali. Menyesalkah ia? Jawabannya kembali tidak. Karena segumpal darah tumbuh dalam rahimnya dan ia bersama Fatih bersepakat untuk meluruhkannya sebelum ia berubah menjadi janin. Apa yang terjadi kemudian? Sayang kisah cinta ini berakhir menyakitkan untuk Zahra seorang. Fatih meninggalkannya setelah apa yang telah ia perbuat terhadap Zahra. Bagaimana dengan Zahra? Ia sedang menikmati rasa sakitnya seorang diri dan tengah mengejar lelaki lain yang tidak bukan adalah teman dekat Fatih.
Seperti itulah cinta. Sebuah kesepakatan seseorang antara diri dan hatinya.
Minggu, 02 Desember 2012
Leadership and Responsibility
"Kullu kum ro'in. Wa kullu kum mas'ulin, an ro'iyatin"
Setiap kalian adalah pemimpin.
Dan bertanggung jawab kepada yang di pimpin
Dan bertanggung jawab kepada yang di pimpin
Jumat, 16 November 2012
Sayatan Memori
Ikhtiar
Bakti
Tekad
Amanah
Mimpi
Harapan
Cita-cita
Do'a
dan keputusan
Meliuk mesra dalam memori. Begitu lembut, perlahan namun sayatannya mematikan.
Bakti
Tekad
Amanah
Mimpi
Harapan
Cita-cita
Do'a
dan keputusan
Meliuk mesra dalam memori. Begitu lembut, perlahan namun sayatannya mematikan.
Senin, 22 Oktober 2012
Gedung Fakultas Kedokteran
- Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada

- Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

- Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

- Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret


Jadi deg-degan lihatnya.
Eh, deg-degan itu tandanya cinta ya? Sayangnya si/apapun yg kita cintai tidak semudah itu untuk di dapatkan. Tapi kalau masih ada nafas untuk ikhtiar dan berdo'a, pasti akan ada jalan untuk di pertemukan.
Fuuh, i expect at one of them :')


Langganan:
Postingan (Atom)






.jpg)
