Jumat, 29 April 2016

Sudah Siapkah Menjadi Ibu

Telepon
Fida: mi, aku lagi sakit
Ummi: sakit apa?
Fida: Sakit gigi sama sakit mata
Ummi : Ga pwrnah sikat gigi ya kalau mau tidur
Fida : Iya hehe. Sakitnya bla bla bla (mendeakripsikan)
Ummi : Wes ndang periksa
Fida : sudah minum obat
Ummi : Periksa aja
Fida : Iya bsk mau ke puskesmas kalo ga gitu ke poliklinik xxx
Ummi : ke poliklinik xxx aja. Sejak kapan?
Fida: kemarin
Ummi : loh kok baru cerita sekarang. Wes ndang periksa malam ini. Ke poligigi terus ke dokter umum. Kalau sakit jangan dibiarkan. Itu dholim namanya.

Percakapan grup WA
Acha sent a picture (foto ummi yg matanya memar)
Fida : loh ummi kenapa?
Ummi : habis kena bola anak smp, jd bengkak. Tapi sudah gapapa.
Fida : sejak kapan?
Ummi : kemarin ga bisa ngomong, skrg udah bisa. Mba fida sudah periksa ke rs?
Fida : ummi curang tadi waktu telpon ga cerita kalau sakit. Suruh2 aku periksa tapi ga kasih tau kalo ummi lg sakit *ngambek*


Duh Maa Sya Allah rasanyaa....
Gimana bisa meniru kesabaran dan keikhlasan ummi.
Maluu sekali rasanya. Menunjukkan seolah2 baik-baik saja di depan anaknya saat beliau lagi sakit, bahkan memberikan perhatian yang luar biasa.
Sudah siapkah kita menjadi ibu yang ikhlas dan sabar?

Selasa, 11 Maret 2014

mengapa wanita itu memiliki ambisi yang besarterhadap sesuatu. bahkan ketika sebuah ambisi itu kemungkinannya sangat kecil untuk ia peroleh.

Sabtu, 22 Februari 2014

Cinta Kerja Harmoni-Larastika Aghnia



Saat lelah, tanpa arah
Kembalilah, Jangan pernah menyerah
Tetap tegar, janganlah pudar
Asa harus dikejar, biarkan dia berpijar

Meraih semua mimpi
Cinta, kerja, harmoni
Tetap tegar berdiri
Bangkitlah dan berlari

Jika ada cahaya sambutlah dengan cinta
Hapus jejak derita tetap keras bekerja
Sampai mentari pagi menemukan harmoni


Kamis, 23 Januari 2014

Inilah Dakwah


Jika memandang ke belakang, nasib para da'i. Mereka di caci, di hina dan diusir dari tempat tinggal mereka bahkan tak sedikit mendapatkan siksaan fisik demi memperjuangkan kebenaran.

Dakwah itu terjal, bahkan curam.
Banyak kerikil berbatu.
Lika-liku di depan, tidak ada yang tahu.

Dakwah itu tentang proses.
Tidak selalu mendapatkan rasa manis di akhir, apalagi pada prosesnya.
Tidak selalu berhasil.
Bahkan Asiyah istri Fir'aun hidup bersama suaminya yang kafir hingga akhir hayat.

Dakwah itu cinta.
Dan cinta memerlukan semua pengorbananmu.
Fikiranmu, perhatianmu, tidurmu bahkan hidup dan matimu.

Tetaplah tersenyum di jalan dakwah ini.
Karena mereka membutuhkannya.
Dengan senyumanmu, pancarkan energi postif untuk mereka.

Tidak lupa akhirat.
Indahnya ia bagi para pendakwah.

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka”. (At Taubáh: 111)

Minggu, 24 November 2013

Kasiati

Tentang seorang kakak
yang pibadinya sangat kuidolakan
Tentang seorang kakak
Dengan kelebihannya
Ia terlihat mengagumkan
Dengan kelemahannya
Ia tetap mengagumkan

Amanah
Di genggamnya begitu erat
Misi dakwah
Menjadi resolusi hidupnya

Ia tetap tersenyum
Saat dunia menagisinya
Ia tegar
Walau ujian datang menghadang
Semangatnya terus berkorbar
Walau rengekan kehidupan menjatuhkannya

Kasiati
Sebuah kasiat penyembuh luka
Kasiati
Sebuah kasiat pelipur lara
Kasiati
Sebuah kasiat penghapus duka
Kasiati
Sebuah kasiat dilema dunia

Ia tidak sempurna
Seperti wanita pada umumnya
Namun tetap nampak indah

Semoga indahnya abadi
Hingga di taman surga

Jumat, 21 Juni 2013

Fatma 18






Pertama-tama maaf fat ini norak, alay, mainstream daan terlambat. Hehe. Iya aku tau ini tanggal 22, telat 4 hari.  Aku insyaAllah ngggak pernah lupa kok sama tanggal ultahmu, yang ada paling kamu yang lupa -,- Eh tapi selama 6 tahun, baru kali ini kan aku telat. Hehe. Sebenernya aku nyiapin ini sejak tanggal 17 fat, cuma waktu itu ga nemu kamera, kamera hp kan jelek. Baru hari  ini deh ke uploadnya *alibi

Selamat yaa sayang, semoga 18 mu barokah dan semoga hadiah terindah Allah akan datang di tanggal 12 Juli nanti nanti, buih dari usahamu di tanggal lahirmu :)

Aku ga tau mau nulis apalagi fat. Ngga kayak tulisanku dua tahun yang lalu yang super panjang. Berharap ketemu langsung soalnya. I miss you so bad good :'D

Jumat, 17 Mei 2013

9 Alasan Mengapa Aku Ingin Menjadi Dokter


  1. Ingin mewujudkan cita-cita kedua orang tua, ingin anak sulungnya menjadi seorang dokter yang solihah.
  2. Ingin membantu kesembuhan Si Ayang, adikku, dari penyakit bronkhitisnya.
  3. Ingin mengetahui kebesaran Allah dengan melihat kesempurnaan anggota tubuh manusia bagian dalam.
  4. Ingin menjadi dokter pribadi pertama di keluarga besarku.
  5. Ingin agar lebih mudah berdakwah di masyarakat.
  6. Ingin agar tidak lagi mendazalimi diri sendiri dan mengetahui betapa pentingnya kesehatan.
  7. Ingin membalas jasa dokter bedah yang telak mengubek-ubek perutku dan mengangkat appendix milikku.
  8. Ingin membantu ummi di yayasan Salimah pada saat penyuluhan kesehatan gratis.
  9. Ingin membuktikan bahwa dokter juga pahlawan tanpa tanda jasa.

Kamis, 14 Maret 2013

Abi sama Aku



Ini abi sama aku. Jarang-jarang loh aku mau deket-deket abi. Kasarannya aku agak sensitif sama abi. Jahat ya aku? Hehe. Soalnya memang aku satu sifat sama abi. Keras kepala. Bedanya sama ummi, aku terlihat sayang sekali sama ummi. Semua orang juga berpikir begitu. Tapi satu hal yang bikin aku heran. Ternyata aku punya banyak foto berdua sama abi. Foto ini salah satunya. Di dompetku juga ada fotoku sama abi, aku simpan sejak SMP, padahal fotonya ummi nggak ada. 

Abiku kalau dilihat-lihat unyu ya. Matanya kecil, beda sama mataku yang belok. hehe. Suka di banding-bandingin sama ummi, ummi kan cantik, tuh. Tapi abi.. okelah abi orang paling ganteng se-rumah (soalnya anaknya ummi cewek semua). Gitu-gitu ummi ngefans sama abi, cinta bahkan (yaiyalah, suaminya). Kalau abi keluar kota, atau ke negara tetangga, suka di kangenin ummi. Ummi jadi galau. Hehe.  It means that abiku adalah orang unyu.

Ini foto sama abi waktu ada nikahan tetangga. Baru beberapa minggu yang lalu. Abi diminta jadi penerima tamu, aku yang bagian jaga buku tamu. Sebenarnya foto ini utuh sampai kaki. Tapi berhubung terlihat agak zekzi dan tidak layak posting, jd di potong kelihatan kepala-leher doang :D





Minggu, 10 Februari 2013

Waktu-waktu Mustajab untuk Berdo'a

Berikut adalah waktu-waktu mustajab dalam berdo'a (yang saya post di Twitter)



Rasulullah Saw. telah memberitahukan kepada kita perihal waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa, sebagai berikut:


       1.      Malam Lailatul Qodar
‘     Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Rasulullah, apa petunjukmu bila aku mendapati malam (laitul) Qadar itu, apa yang harus aku ucapkan?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Ucapkanlah (doa): “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, mencintai perbuatan memberi maaf, maka maafkanlah aku.” (HR. At-Tirmidzi, Ahmad, dan An-Nasa`i dalam Al-Kubra)

     2.      Di sepertiga malam yang akhir
     “Dan pada waktu akhir malam (waktu sahur) mereka memohon ampun.” (Adz-Dzariyat: 18)

     Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:“Rabb kita Yang Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam yang akhir seraya berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku mengabulkan doanya. Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku berikan apa yang dimintanya. Siapa yang minta ampun kepada-Ku maka aku akan mengampuninya’.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)

       3.      Antara adzan dan iqamah
       Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak tertolak doa yang dipanjatkan antara adzan dan iqamah.” (HR. Abu Dawud)

      4.      Ketika sujud
      Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Paling dekatnya seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang sujud maka perbanyaklah oleh kalian doa ketika sedang sujud.” (HR. Muslim)

     5.      Ketika Turun Hujan
     Rasulullah Saw. telah bersabda:“Dua doa yang tidak pernah ditolak, doa ketika waktu adzan dan doa ketika waktu hujan.” (HR Hakim)

     6.      Doa pada hari Arafah
     Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.” (HR. At-Tirmidzi dan Al-Baihaqy)

     7.      Ketika Minum Air Zam-zam
     “Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya” (HR. Ibnu Majah, 2/1018. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah, 2502)

      8.      Ketika Hari Jum’at
      Dari Abu Hurairah ra “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852) 

     9.      Ketika Berbuka Puasa
”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi) 

Rabu, 06 Februari 2013

You Know Me So Well hehe


Rasanya gimana gitu lihat foto ini.
Takut. Bukan takut sama darahnya yang segar itu.
Tapi takut ngga di beri kesempatan untuk mengobati orang yg luka beginian.


Allah. You listen everything i talk to You. You see everything I do. You know everything I need. You understand my dreams. 

Tidak. Tidak boleh takut. Pasti bisa.
Pasti :)

Senin, 07 Januari 2013

Cinta?



                Banyak orang berpendapat mengenai cinta. Filosofis beramai-ramai mengartikannya. Para penulis, cerpenis, novelis, pula pujangga kelas atas hingga bawahpun sibuk mengangkatnya untuk menjadi sebuah kisah.  Namun lain halnya dengan remaja, justru mereka tidak kunjung henti mencatat sejarah mengenai dirinya dan cinta.

Dalam kamus yang terdapat dalam akal dan hayalku, cinta tidak hanya sekedar perasaan suka kita terhadap sesuatu.  Namun cinta adalah kemauan kita untuk menghadapi sesuatu. Kau mencintainya, maka kau akan rela melakukan apapun untuknya. Begitupula sebaliknya. Kau rela, ikhlas, setulus hati memberi apa yang diinginkannya, maka kau akan mencintanya. Itulah kemauan. Begitupula cinta.

Bicara mengenai cinta mengingatkanku pada sosok yang telah mencatat sejarah tentangnya. Tidak perlu berbicara mengenai Ainun dan Habibi yang belakangan ini sejarahnya telah laris di pasaran. Atau Romeo dan Juliet, romansa manis berujung pahit yang menjadikannya sebagai Bapak dan Ibu dari cinta itu sendiri.

Namun tentang Zahra, gadis yang beberapa tahun lalu hatinya tertambatkan pada seorang pria. Ialah Fatih dengan pesonanya yang mampu menaklukkan Zahra. Zahra yang berperangai baik, lugu dan sederhana. Zahra mengenalnya melalui media massa. Perkenalan yang tidak terlalu baik. Namun lambat laun mereka semakin dekat dan cintapun saling terungkap. Mereka memutuskan untuk bertatap muka, berbagi kisah dan berbagi kemesraan. Larangan ia peroleh dari berbagai pihak. Kekhawatiran pihak keluarga dan sahabat mulai nampak. Namun apa daya, cinta telah berbicara dan iapun memutuskan untuk menanggapinya. Sampai suatu ketika. Hari dimana, mungkin, ia mengingatnya dengan begitu jelas. Hari dimana ia memutuskan untuk melepaskan kehormatannya sebagai seorang wanita. Ya hari itulah merah cinta yang dimilikinya menjadi berwarna kelabu. Hari itu, setelah kejadian di hari itu menyesalkah ia? Jawabannya adalah tidak. Ia tidak menyesal, bahkan ia mengulanginya di lain hari. Hingga beberapa kali. Menyesalkah ia? Jawabannya kembali tidak. Karena segumpal darah tumbuh dalam rahimnya dan ia bersama Fatih bersepakat untuk meluruhkannya sebelum ia berubah menjadi janin. Apa yang terjadi kemudian? Sayang kisah cinta ini berakhir menyakitkan untuk Zahra seorang. Fatih meninggalkannya setelah apa yang telah ia perbuat terhadap Zahra. Bagaimana dengan Zahra? Ia sedang menikmati rasa sakitnya seorang diri dan tengah mengejar lelaki lain yang tidak bukan adalah teman dekat Fatih.

Seperti itulah cinta. Sebuah kesepakatan seseorang antara diri dan hatinya.

Minggu, 02 Desember 2012

Leadership and Responsibility




"Kullu kum ro'in. Wa kullu kum mas'ulin, an ro'iyatin"

Setiap kalian adalah pemimpin.
Dan bertanggung jawab kepada yang di pimpin

Jumat, 16 November 2012

Sayatan Memori

Ikhtiar
Bakti
Tekad
Amanah
Mimpi
Harapan
Cita-cita
Do'a
dan keputusan

Meliuk mesra dalam memori. Begitu lembut, perlahan namun sayatannya mematikan.

Senin, 22 Oktober 2012

Gedung Fakultas Kedokteran


  • Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada


  • Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia


  • Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga


  • Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret



Jadi deg-degan lihatnya.


Eh, deg-degan itu tandanya cinta ya? Sayangnya si/apapun yg kita cintai tidak semudah itu untuk di dapatkan. Tapi kalau masih ada nafas untuk ikhtiar dan berdo'a, pasti akan ada jalan untuk di pertemukan.


Fuuh, i expect at one of them :')


Minggu, 21 Oktober 2012

You Said




"Dokter itu terpandang. Tutur katanya akan selalu di dengar oleh banyak orang. Ialah pendakwah ulung"

"Seorang dokter itu memiliki jiwa sosial yang tinggi. Dokter itu penolong. Ia rela mengorbankan dirinya untuk orang lain. Yang terpenting baginya adalah keselamatan pasiennya"

"Kenapa tidak ada satupun dokter di Gresik yang mau membantu acara bakti sosial? Begitu banyak sarjana kedokteran yang hanya memperoleh gelar namun tidak menggunakan kemampuannya untuk menolong mereka yang sedang membutuhkan. Mbak Fida kalau sudah jadi dokter pasti tidak akan seperti itu." 

Itulah kalimat-kalimat yang acap kali ku dengar dari sang pemilik surga di telapak kakinya. Ummi. Seseorang yang hingga saat ini tutur katanya senantiasa menggetarkanku. Dan kalimat yang paling ku ingat saat ini adalah,

"Ummi ingin mbak Fida jadi dokter. Untuk ummat."

Allahu Rabbi. Hanya pertolongan-Mu untuk mencapai cita-cita ini

Sabtu, 08 September 2012

Dalang Cinta

wayang


            
            Ada yang berbeda. Mengalun dengan tidak biasa. Berjalan tanpa apa adanya. Perbedaannya membuatku bertanya. Apa akupun berubah yang menjadikanmu pula. Apa aku salah, hingga kau tak seperti sedia kala.

             Rindu. Aku padanya untukmu, yang kini telah membatu, sepengelihatanku. Sebuah kisah sederhana yang menorehkan tinta semenjak kau menjauh, sepengelihatanku. Semenjak kau tak seperti yang ku kenal dahulu, sepengelihatanku.

             Rindu. Ketika ia melanda, walau hati ingin bersama, aku terus berlari sekuat tenaga. Aku tak ingin ia menjadi hantu. Aku tak ingin berharap akan bintang yang hadir dikala siang.

             Menjauh. Menjauhlah. Jangan menjauh. Menjauhlah. Jangan. Jangan tinggalkan aku. Dialog batin yang tiada kunjung henti.

             Cinta. Iakah dalang di antara kita? Sedangkan aku, kau adalah wayang yang telah di permainkannya.

Jumat, 07 September 2012

Ia

 


mungkin ia hanya malu jika terlihat begitu perhatian

ia hanya diam namun berpikir panjang

bahkan ia melakukan apa yang sebaliknya ia pikirkan

ia terlihat begitu menyebalkan

namun aku menyukai caranya

yang diam-diam memperhatikan

karena ia bukan orang lain untukku

ya, ialah....


Jumat, 17 Agustus 2012

Ramadhan Terakhir



Hari ini, bulan ramadhan terakhir di tahun ini..

Sedih? Tentu saja.

Bukan karena aku merindukan tilawahku, tahajudku, dhuhaku, infaqku di bulan ramadhan. Bukan karena aku merindukan amalan-amalanku di bulan Ramadhan. Bukan. Bukan karena itu aku bersedih. Aku, tentu saja belum mampu sehebat itu.

Lantas yang membuatku bersedih adalah pada malam ini, malam terakhir Ramadhan 1433 H, adalah malam ramadhan terakhir di masa putih abu-abuku. Malam Bulan Maghfirah terakhir di mana aku dapat memohon maaf padaNya atas kesalahan-kesalahanku saat menjadi seorang siswi. Malam dimana aku dapat menggandakan reward dari apa yang telah aku kerjakan saat semangat pelajar masih membara. Dan malam bulan penuh berkah terakhir dimana aku bisa mendapatkan kesempatan berdo'a di malam-malam ganjilnya untuk masa depanku, masa setelahku berpijak pada bangku menengah atas.

Apa saja yang ku dapatkan pada ramadhan tahun ini? Apa saja yang telah ku kerjakan? Berapa prosentase keberhasilan akan target ramadhanku? Aku lalai. Bahkan aku melupakannya. Astaghfirullahu Rabbi.




Allah, maha pengampun, maha pemberi, maha pengasih, kabulkanlah, apa yang terucap pada malam ini, ampunan dalam hidup ini, segenggam asa pada malam ini. Malam ramadhan terakhir di tahun ini. Semoga tetap untukMu, untukMu, Rabbi  :')

Senin, 13 Agustus 2012

Gadis Loper Koran


Kerikil-kerikil kecil..
Eloknya,
oleh bias sinar mentari
Tersenyum,
di antara jajaran besi
Di bawah roda kereta api

Titihan-titihan kecil..
Menyongsong fajar hingga senja hari
Tepis kekejian diuniawi
Higga asa tiba di nanti

Gadis-gadis kecil..
Lenggak-lenggok kesana kemari
Memecah kegaduhan negeri
Layangkan kabar, demi sebutir nasi

Kamis, 02 Agustus 2012

I Remember-Mocca (modificated)

I remember
The way you glanced at me, yes I remember
I remember
When you walked beside me, yes I remeber
I remember
All the things that we shared and the promise we made, just you and I
I remember
All the laughter we shared, all the wishes we made, upon the bench of train

Do you remember?
When we were talking in that july month
And I remember when your sister thought me was a bad girl
I remember
All the things that we shared and the promise we made, just you and I
I remember
All the laughter we shared, all the wishes we made, upon the bench of train

I remember
The way you do your tasks,
yes I remember
the way you wear your shoes,
yes I remember
The cake you loved the most,
yes I remember
The way you ate that cake,
I remember
The way you glanced at me, yes I remember
When you walked beside me,
yes I remember
When we were talking in the train in that july month
And the way you smile at me,
yes I remember


i remember :')